Senin, 23 Maret 2009

sejarah maulid nabi muhammad SAW

SEJARAH MUHAMMAD BIN ABDULLAH
Terlahir sebagai Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdil Manaf bin Qushoy bin Hakim bin Muroh bin Ka'ab bin Luai bin Qolib bin Fakri bin Malik bin Al Nadlar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nazar bin Mu'ad bin Adna bin Adad. Dan nasabnya diatas bersambung pada Ismail bin Ibrahim alaihis salam. Ibu Nabi Muhammad adalah Aminah binti Wahab. Sesungguhnya Muhammad dilahirkan dalam kalangan orang-orang bangsawan Quraisy.
Tanggal lahir Muhammad adalah 12 Rabi'ul Awal pada tahun Gajah atau bertepatan pada tanggal 20 April 571 Masehi dikota Makkah. Kenapa dinamakan tahun Gajah ?. Karena pada tahun itu kota Makkah diserang oleh pasukan yang menggunakan gajah. Pasukan ini dipimpin oleh Abraha, Gubernur Abesinia yang beragama nasrani. Tujuannya antara lain untuk menghancurkan Ka'bah. Tapi hal ini tidak terjadi karena perlawanan rakyat Makkah yang heroik.
Kemalangan yang dirasakan Muhammad sungguh amat berat. Abdullah meninggal ketika kandungan Muhammad dalam rahim Aminah berumur 7 bulan. Dan saat dirinya berumur 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia. Maka jadilah dia seorang anak kecil yang yatim piatu. Selanjutnya dia dipelihara kakeknya dari pihak ayah, Abdul Mutholib. Ketika Muhammad berumur 2 tahun, Abdul Mutholib meninggal dunia pula. Kini Muhammad beralih dipelihara pamannya Abu Tholib.
Abu tholib yang pedagang ini, ketika Muhammad berusia 12 tahun, diajak berdagang kenegeri Syam. Sebelum sampai di Syam, tepatnya dikota Busroh, ada seorang pendeta Nasrani bernama Buhairah yang mampu melihat tanda-tanda ke Nabian Muhammad. Maka dinasihatinya kepada Abu Tholib agar segera membawa Muhammad kembali ke Mekah dan melindunginya. Kekhawatiran Buhairah adalah kalau sampai diketahui pendeta Yahudi, maka Muhamad bakal dianiaya.
Selama remaja Muhammad banyak menyaksikan berbagai kejadian layaknya zaman itu, seperti pertentangan dan peperangan antar suku. Dan tentu saja zaman Jahiliah dimana orang Arab menyembah berhala, membunuh anak perempuan, suka berjudi dan minum minuman keras dan sebagainya.
Ketika dewasa, Muhammad mulai berusaha sendiri. Sifat-sifatnya yang baik dan jujur membuat banyak orang menyukainya. Salah seorang janda kaya bernama Khodijah, mempekerjakan Muhammad dalam usaha dagangnya. Dari hanya sekedar seorang pembantu sampai dengan memimpin usaha dagang ini secara keseluruhan. Ternyata atas kepandaian dan kerja keras Muhammad, usaha Khodijah menjadi maju sehingga membuatnya bertambah kaya. Pada suatu hari pulang berdagang dari tempat yang jauh, Khodijah melamar Muhammad untuk dijadikan suami. Saat itu Muhammad berumur 25 tahun, sedangkan Khodijah berumur 40 tahun.
Umur 35 tahun jiwa kepemimpinan Muhammad mulai tampak. berbagai usaha termasuk untuk mendamaikan orang atau suku yang bertikai dilakukannya dengan baik. Selain itu diusahakannya juga untuk bersikap dan bertingkah laku teladan seperti jujur, bijaksana, anti kekerasan, tidak melakukan perbuatan tercela dan sebagainya.
Setelah berumur 40 tahun, Muhammad sering melakukan perenungan bertempat digua Hira. Tepat pada tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan 6 Agustus 610 masehi, turunlah Wahyu yang pertama. Dan selanjutnya diikuti wahyu lainnya. Saat menerima wahyu pertama itu Muhammad mengalami kegoncangan jiwa. Bayangkan secara sadar dia mengalami sesuatu yang amat mencekam karena wahyu diterima (tidak langsung melalui Jibril), tapi itulah Firman Tuhan. Saat itu umur Muhammad adalah 40 th 6 bulan dan 8 hari. Kembali kerumah, diceritakannya pada Khodijah peristiwa yang dialaminya tersebut Khodijahpun sadar bahwa kini Muhammad telah resmi sebagai Rasul Allah. Lebih lanjut Khodijah mencari tahu, dia mendatangi anak pamannya bernama Waraqah bin Naufal. Orang yang sudah tua dan sudah buta ini adalah seorang wanita Arab yang beragama Nasrani, tapi pandai membaca tulisan Ibrani. Dia telah pula berhasil menyalin kitab Injil dan Taurat kedalam bahasa Arab. Mendengar cerita Khodijah tentang pengalaman
Muhammad, Waraqah berkata : “Quddus, quddus, demi Tuhan. Sesungguhnya telah datang kepada Muhammad petunjuk yang maha besar sebagimana yang pernah datang kepada Musa. Dia sesungguhnya akan menjadi Nabi bagi umat kita ini” Dalam riwayatnya setelah perannya sebagai Rasul, Muhammad melaksanakan penyebaran agama. Mula-mula secara sembunyi kemudian secara terang-terangan. Imbas baliknya sudah bisa diperkirakan. Karena Muhammad pada dasarnya adalah melawan arus yang ada. Tidak hanya berkaitan dengan masalah agama dan kepercayaan yang sudah berlaku, tapi juga soal-soal lain seperti Sosial, Ekonomi, budaya dan politik. Islam tidak langsung memancarkan cahayanya. Muhammad dimusuhi banyak orang. Sebuah perjuangan besar yang digauli hanya oleh Muhammad seorang diri. Tapi dukungan cepat atau lambat berdatangan. Mula-mula dari keluarga, handai taulan, masyarakat umum termasuk para pemimpin kelompok. Dalam prosesnya Muhammad mengalami hambatan, termasuk ancaman yang akan menghabisi
nyawanya. Itulah tantangan. Tapi Muhammad bukan orang kecil, beliau berjiwa besar. Selain pemimpin agama, dirinya juga menjabat Panglima Perang. Islam tidak selesai hanya dengan usaha diplomasi dan perundingan jalan tengah. Kalau perlu ketika ancaman itu datang, para penyerang dilawan dengan senjata. Dan atas perlindungan Tuhan, kaum Muslimin berhasil memenagkan perang. Dan kaum Musyrikinpun menjadi insyaf dan berbondong-bondong masuk agama Islam. Sejarah telah berpihak kepada Al-Quran.
Dalam periode perjuangan untuk menegakkan kebenaran inilah peristiwa dukacita terjadi. Siti Khodijah wafat disusul paman Nabi Abu Tholib. Khodijah adalah istri satu-satunya nabi Muhammad. Pendampingnya dalam rumah tangga dan pendamping dalam menyampaikan dakwah menyiarkan Islam. Tahun duka cita ini dalam sejarah Islam dikenal sebagai “Amrul Huzni” (tahun duka cita).
Peristiwa penting dalam Muhammad menjalankan peran ke Nabiannya adalah menjalani “Isro’ dan Mi’roj” Pada malam 27 Rajab tahun ke 11 setelah menjadi Rasul Allah, Datanglah perintah Tuhan kepada Muhammad untuk melakukan perjalanan. Mula-mula dari Makkah menuju Masjidil Aqsho di Palestina. Dan dari sana naik keangkasa luas menuju Sidratul Muntaha. Di Sidratul Muntaha, Nabi mendapat perintah dari Allah langsung tentang “Shalat sebanyak 5 waktu”. Inilah perintah yang kemudian disampaikan kepada umat Muslimin yang dijalankan sampai sekarang. Seperti diceritakan diatas perjuangan kaum Muslimin mengalami pasang surut. Salah satu strategi adalah melakukan Hijrah ke Yastrib yang kemudian menjadi Madinah. Dan disanalah didirikan masyarakat Islam secara utuh untuk pertama kalinya. Sistim Pemerintahan Islampun didirikan. Masyarakat Madinah terdiri dari kaum Muhajirin (yang berhijrah) dan Anshor (penduduk Madinah) yang berhasil dipersatukan. Namun disamping itu juga ada kaum-kaum non
Islam bahkan juga kaum Yahudi. Sesuai dengan apa yang dikenal sebagai “Perjanjian Madinah” yang memunculkan “Piagam Madinah”. Semantara perang belum pula berahir. Telah terjadi beberapa penyerangan besar oleh kaum Musyrikin seperti perang Badar, perang Uhud dan sebagainya. Tapi kembali kemenangan demi kemenangan telah diraih dan akhirnya kota Makkah dapat ditaklukkan kembali. Didahului dengan perundingan perdamaian yang dikenal sebagai “Shulhul Hudaibiyah”. Perjanjian ini sempat dilanggar karena kaum Musyrikin menyerang kembali. Maka pada tanggal 10 bulan Ramadhan tahun 8 H, Nabi memimpin pasukan besar yaitu sebanyak 10.000 prajurit siap menyerang Makkah. Untunglah Abu Sufyan pimpina Quraisy segera mengirim utusan dan menemui Rasul Allah untuk minta damai. Sejak itulah resmi Makkah ditaklukkan dan dijadikan Ibu Kota pemerintahan Islam.
Setelah peperangan yang mendatangkan kemenangan, lama setelah kematian Khodijah kira-kira 3 tahun, Nabi melangsungkan pernikahan dengan Aisyah putri sahabatnya Abubakar. Dalam sejarah terbukti Nabi Muhammad memiliki beberapa istri. Tapi poligami yang dijalankan dengan alasan yang sudah dipertimbangkan masak, termasuk untuk menolong janda-janda yang kematian suami dan untuk mengikat tali kekerabatan. Soal Aisyah ada hal yang istimewa karena memang ada petujuk Jibril untuk itu. Keputusan mengambil Aisyah sebagai istri sudah ada ketika umurnya 7 tahun, tapi Aisyah baru resmi tinggal dirumah nabi setelah umurnya 11 tahun, Nabi berumur 53 tahun saat itu. Hal lain yang cukup penting tentang adanya cerita burung, tuduhan dan fitnah yang terjadi berkaitan hubungan Aisyah dengan seorang pemuda bernama Safwa. Duduknya cerita, ketika Aisyah tertinggal dan tersesat yang berhasil ditolong dan dibawa pulang Safwa. Semuanya menjadi jelas bahwa zina itu tidak ada, setelah turun ayat
berjudul Surat An-Nuur Ayat 11 –19.
Jalannya Pemerintahan Islam di Madinah berjalan amat baik karena adanya ikatan persahabtan yang erat antara para sahabat yaitu Abubakar, Umar, Usman dan Ali. Tidak ada bukti bahwa kelimanya saling dengki dan berencana jelek terhadap masing-masing. Ali yang masih dekat sebagai keluarga Nabi, menikah dengan putrid Nabi Fatimah. Dan Keduanya telah dinyatakan menyambung keturunan Nabi sebagai yang disebut Al-Alawy. Keduanya menurunkan Hasan dan Husin, yang selanjutnya menurunkan para Sayid sampai saat ini.
Pada tanggal 25 Dzulqaidah tahun ke 10 H, Nabi Muhammad melaksanakan Haji Wada (haji penghabisan). Beliau diikuti 100.000 umat Muslimin. 3 bulan kemudian, nabi wafat. Beliau wafat setelah mengalami demam pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, atau bertepatan dengan tanggal 8 Juni tahun 632 Masehi dalam usiah 63 tahun. Beliau tidak meninggalkan harta kepada keluarga maupun kepada umatnya, melainkan Kitab Suci Al-Quran dan Hadis.
Dalam sejarah telah terbukti Islam menjelajahi dunia dari Barat sampai ketimur dari utara sampai selatan. Telah terbentuk Chilafah Umaiyah, Abbasiah, Fathimiyah, Usmaniyah, sebelumnya runtuh dibawah kekuasaan Imperialisme barat maupun kekuasaan kaum sekuler. Tapi hal itu pantas diukur hanya sebagai kekuasaan politik. Sebagai kekuasaan agama selama 14 abad Islam tegak berdiri sehingga memiliki populasi umat agama terbesar yang kedua didunia.
Disarikan dari sejumlah refensi tentang sejarah Islam dan Nabi Besar Muhammad SAW.